Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Observasi Tiga Lembaga Nyatakan: Pengelolaan Limbah Harita Nickel di Obi Penuhi Standar Tinggi

Sabtu, 15 November 2025 | November 15, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-15T03:28:07Z


HALSEL, rakyatbesatu.news — Observasi yang dilakukan oleh tiga lembaga independen—Universitas Indonesia (UI), Perkumpulan Telapak (Telapak), dan Universitas Khairun (Unkhair)—menyimpulkan bahwa pengelolaan limbah dan sumber daya air oleh Harita Nickel di Pulau Obi, Halmahera Selatan, telah memenuhi standar tinggi serta memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat lokal.


Laporan kolektif dari ketiga lembaga tersebut menegaskan bahwa Harita Nickel telah menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Temuan ini memperkuat bahwa operasional perusahaan tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan.


Dalam laporan UI, perusahaan disebut berhasil menjaga keberlanjutan akses air bersih bagi warga, meskipun Mata Air Kawasi berada di luar wilayah operasional tambang. Harita Nickel melakukan pemeriksaan kualitas air secara rutin serta berinvestasi dalam pembangunan fasilitas pengolahan dan penyaluran air bersih untuk masyarakat. Langkah ini dinilai mengurangi ketergantungan pada debit mata air alami.


Perkumpulan Telapak turut menguatkan hasil temuan tersebut. Tim Observasi Lingkungan Telapak, Dickson Aritonang, menyatakan bahwa air yang dikonsumsi warga telah memenuhi baku mutu dan standar Good Mining Practice (GMP). Temuan ini diperoleh melalui observasi lapangan pada Juni 2025.


“Harita Nickel menggunakan teknologi modern High Pressure Acid Leach (HPAL) untuk mengelola limbah tambang sekaligus mereduksi kandungan berbahaya Cr(VI) menjadi Cr(III) yang sesuai dengan baku mutu dan regulasi,” jelas Dickson dalam keterangan resminya, Rabu (12/11/2025).


Ia menambahkan, kualitas hasil olahan diuji secara rutin oleh laboratorium independen sebelum dilaporkan kepada kementerian terkait sebagai bentuk komitmen transparansi perusahaan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. 


Selain itu, perusahaan juga memanfaatkan Danau Karo sebagai cadangan air industri dengan sistem pemantauan mutu yang ketat untuk menjaga stabilitas ekosistemnya. Seluruh penggunaan air dicatat melalui meteran resmi dan dilaporkan kepada Pemerintah Daerah Maluku Utara melalui pembayaran Pajak Air Permukaan (PAP).


Laporan dari Unkhair turut memperkuat hasil observasi sebelumnya. Guru Besar Perikanan dan Ilmu Kelautan Unkhair, Janib Achmad, mencatat bahwa kualitas air laut di wilayah Desa Kawasi dan Soligi masih memenuhi baku mutu nasional. Parameter penting seperti pH, BOD, dan tingkat kekeruhan menunjukkan kondisi stabil serta mendukung kehidupan biota laut.


“Kualitas air yang sesuai baku mutu serta dukungan ekonomi bagi nelayan menunjukkan pengelolaan tambang yang bertanggung jawab dan inklusif bagi masyarakat pesisir,” ujar Janib.


Kondisi laut yang sehat ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan nelayan. Harita Nickel menjadi pasar tetap bagi hasil tangkapan laut, memberikan kepastian pendapatan dan mengurangi risiko kerugian.


Di sektor pertanian, dampak positif juga terasa. Kelompok petani di Desa Buton dan Akegula kini memasok lebih dari 27 ton sayuran dan buah-buahan per tahun ke Harita Nickel, menjadikan pertanian sebagai sumber penghasilan yang stabil berkat jaminan pembelian dari perusahaan.


Temuan Telapak lainnya menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan oleh aktivitas perusahaan. Tim Observasi Sosial Telapak, M. Djufryhard, mencatat munculnya tokoh penggerak lokal (local champion) yang menginspirasi pemberdayaan perempuan di Pulau Obi.


“Program sosial Harita Nickel membuktikan bahwa kegiatan tambang dapat menjadi motor pembangunan manusia dan ekonomi lokal, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs),” ujarnya.


Tak hanya itu, sebagai bagian dari transisi energi bersih, Harita Nickel tengah mempercepat pembangunan panel surya berkapasitas 40 MWp di Pulau Obi, yang diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon secara signifikan.

×
Berita Terbaru Update