Rakyat Bersatu News.Com.Rabu 6/5/2026
Dibalik hijaunya perbukitan Kecamatan Payung, tepatnya di Desa Cimbang, tersimpan potensi luar biasa yang kini mulai menarik perhatian. Biji kopi yang tampak segar—merah merekah dan hijau berjejer di ranting—menjadi simbol harapan baru bagi para petani setempat.
Dulu dikenal sebagai desa tertinggal, kini Desa Cimbang perlahan bangkit melalui komoditas unggulannya: kopi. Dengan kualitas yang tidak kalah dari daerah lain, kopi hasil tani masyarakat setempat kini telah menembus pasar kota besar seperti Medan. Bahkan lebih dari itu, distribusinya telah menjangkau lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan), membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Perjalanan kopi Cimbang hingga dikenal saat ini tidak lepas dari peran aktif berbagai pihak. Salah satunya adalah Imam S. Tarigan, S.Ag, yang melalui Yayasan Anugerah Insan Residivis Sumatera Utara turut mendorong pemasaran dan pemanfaatan kopi lokal sebagai bagian dari program pembinaan dan pemberdayaan.
“Ini bukan hanya soal kopi, tapi tentang bagaimana potensi desa bisa diangkat dan menjadi kebanggaan bersama,” ujar salah satu penggiat yang terlibat dalam pengembangan kopi tersebut.
Dengan cita rasa khas pegunungan Karo, kopi Desa Cimbang memiliki karakter kuat yang mulai diminati berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha coffee shop. Hal ini menjadi angin segar bagi para petani yang selama ini bekerja keras namun belum mendapatkan pengakuan luas.
Kini, semangat baru tumbuh di tengah masyarakat Desa Cimbang. Harapannya, dengan terus berkembangnya distribusi dan dukungan dari berbagai pihak, desa ini tidak hanya keluar dari status tertinggal, tetapi juga mampu menjadi salah satu sentra kopi unggulan di Sumatera Utara.
Kopi bukan sekadar hasil tani—di Desa Cimbang, kopi adalah cerita perjuangan, harapan, dan masa depan.
AL
